Laman

Autumn

Welcome to Wunder Kammer

Jumat, 30 Maret 2012

Cinta

Tuhan menciptakan makhluknya secara berpasang – pasangan. Laki – laki berpasangan dengan perempuan, malam dengan siang, matahari dengan rembulan, dan sifat baik dengan sifat buruk. Semua serba berpasangan. Walau pada kenyataannya mereka adalah dua entitas yang memiliki persamaan dan perbedaan. Namun, setitik kesamaan antara keduanya mampu menjadi tali penghubung untuk tetap bersama menjaga keseimbangan.
Semua makhluk hidup membutuhkan belaian cinta kasih sayang. Secara naluriah – biologis makhluk hidup sejatinya merindukan ruang ketentraman dan kedamaian jiwa. Hal ini senada dengan penciptaan Hawa sebagai pasangan Adam di tatkala lelaki itu merasakan kesunyian.
Kecintaan terhadap pasangan mengalir secara alamiah. Tak ada paksaan. Tak ada kontrak khusus untuk saling mencinta. Maka itulah yang disebut cinta suci. Ia bersemayam dalam jiwa yang paling dalam. Cinta seperti ini tak kan sirna, kecuali ajal datang menjelang. Berbeda dengan cinta yang dilandasi oleh sebab tertentu. Karena harta, kecantikan, atau kedudukan misalnya. Cinta seperti itu sifatnya temporal. Ia akan luntur seiring dengan lunturnya sebab yang melandasi.
Cinta memiliki makna yang dalam, indah, dan agung. Tiada kata yang mampu melukiskan keindahan cinta dan keagungannya. Hakikat cinta tidak dapat ditemukan selain dengan kesungguhan pengamatan dan penjiwaan terdalam. Karena cinta adalah urusan hati dan hati merupakan trasendensi Illahi.
Cinta terkadang susah dijelaskan dengan kata – kata dan dirasionalkan dengan akal logika. Tapi itulah cinta, cinta begitu misterius. Tidak ada seorang pun tahu rahasia yang tersembunyi di dalamnya. Karena cinta muncul secara alamiah, anugrah Tuhan Yang Maha Pencipta.
Cinta kadang juga dinyanyikan dalam lagu – lagu, dikisahkan dalam berbagai novel dan cerita pendek. Diekspresikan dalam puisi dan tari bahkan digumamkan dalam doa. Sehingga cinta menjadi tema yang tak pernah habis diperbincangkan.
Kalau diilustrasikan, cinta itu seperti dua gambar mata uang koin. Tampak sama tapi jelas berbeda. Satu sisi, cinta kadang membuat perasaan hati girang, tertawa. Di sisi lain, cinta terkadang membuat hati pilu, meronta.
Cinta dapat merubah orang sebaik malaikat, seketika menjadi jahat bagai api hitam yang tak pernah padam. Begitu juga sebaliknya. Karena itu cintailah kekasihmu sepantasnya, siapa tahu ia menjadi manusia yang paling kau benci di kemudian hari. Cinta dapat membuat seseorang menjadi kuat tetapi cinta juga dapat menjadi seseorang itu lemah. Karena itu, cinta lebih bermakna saat kita tahu cara mencintai seseorang.
Semua orang harus sadar bahwa dunia ini bukan diciptakan sebagai ajang keseragaman. Semua orang memiliki perbedaan yang cantik yang terkadang menjadi hal paling berharga.
Jika kau mencintai seseorang janganlah banyak meminta, biarkanlah dia jadi dirinya, dirinya apa adanya. Saat kau meminta terlalu banyak ada kemungkinan dia yang kau cintai akan keluar dari jalur cintamu. Karena jika saat ini kau memaksa dia menjadi orang yang selalu kau inginkan suatu saat nanti kau akan terluka oleh hatinya, hati yang muak pada permintaan mu. Tetapi jika kau dapat menerima dia apa adanya, mungkin waktu nanti kau akan dibahagiakan oleh kesetiannya. Tak akan ada seseorang yang benar – benar sesuai keinginanmu. Walau hanya 1% dia memiliki hal yang membuatmu terluka karena itu cinta yang sesungguhnya memerlukan kepercayaan.
Cinta akan menjadi berbahaya jika kau tidak dengan tepat memaknainya dan saat kau terus bertanya artinya, tetapi kau yang menginginkan hanya menungu dan tak mau mencari sendiri, lama kelamaan hatimu akan putus asa dengan harapan adanya cinta jika yang kau nanti itu mengkhianati harapan hatimu.
Cinta akan menyenangkan jika kau merelakan hatimu untuk menerima cinta itu biasa pada pertama dan kau berusaha terus memupuknya dengan kepercayaan yang semakin yakin, kepercayaan yang dapat menghapus keraguan pada kekasihmu. Jangan terlalu kecil tapi juga jangan terlalu berlebih, punyailah cinta itu sepantasnya sesuai waktumu.
Terakhir dan Terpenting Jangan sampai Cintamu pada yang memiliki akhir mengalahkan Cinta mu pada – Nya Yang Tak Berakhir.

Cinta itu anugerah dari ALLAH, semoga apa yang ia beri tidak membuatmu lupa pada Dzat yang menciptakannya.

Related Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar